Sukanto Tanoto Dukung Peningkatan Sektor Kehutanan Agar Indonesia Jadi Pemimpin Industri Kehutanan Dunia

Akibagai – Pada dasarnya Sukanto Tanoto ini memang dikenal sebagai salah satu sosok yang memiliki jiwa semangat kewirausahaan tinggi. Awal mulanya Sukanto Tanoto memulai bisnisnya tersebut dari usaha yang terbilang sangat sederhana sekali, yakni sebagai pemasok suku cadang untuk industri minyak serta kontruksi di tahun 1967. Namun dengan semangat yang tinggi dan dedikasinya, Sukanto Tanoto akhirnya berhasil bawa Royal Golden Eagle (RGE) untuk terus tumbuh dan semakin memperluas bisnisnya.

Keputusan yang diambil Sukanto Tanoto untuk mendirikan grup Royal Golden Eagle yang dulunya diberi nama sebagai “Raja Garuda Mas”, serta terjun ke dunia bisnis sumber daya alam ternyata jadi pintu kesuksesan bisnisnya yang luar biasa. Keberhasilan Sukanto Tanoto di industri kehutanan tersebut semakin membuatnya bisa terus memperluas bisnisnya ke bidang sumber daya alam yang lain, seperti minyak sawit, pulp dan kertas, serta pembangkit listrik.

Pendiri dan pemimpin Royal Golden Eagle, Sukanto Tanoto memang terus optimis bahwasannya iklim usaha kehutanan dari tahun ke tahunnya diperkirakan akan jadi semakin baik jika hal tersebut juga mendapat dukungan pula oleh kebijakan pemerintah. Ini artinya, perusahaan yang kini telah dibangun Sukanto Tanoto pastinya tidak akan berhasil seperti sekarang ini tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk halnya dukungan dari kebijakan pemerintah pula. Selain itu, Sukanto Tanoto juga mengatakan bahwasannya khususnya untuk industri kehutanan yang ada di Indonesia, jika dilihat berdasarkan jenis hutannya, termasuk sebagai salah satu industri sustainable dan dapat dikembangkan dengan sangat baik, sebab punya lahan yang sangat mendukung sekali.

Sukanto Tanoto pastinya sangat berharap sekali agar nanti pemerintah setempat mampu mendorong adanya perkembangan di industri hilir dalam negeri. Pastinya yang demikian ini bukan tanpa alasan, sebab seperti yang kita tahu bersama bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan wilayah kehutanan yang cukup luas di dunia, bahkan yang demikian tersebut juga didukung pula dengan iklim tropis yang mampu menjadikan tanah di negeri kita ini bisa ditanami dengan berbagai jenis tanaman. Tentu saja yang demikian ini akan mendatangkan hal – hal positif terhadap perkembangan industri nasional ke depannya. Bahkan bukan tidak mungkin lagi Indonesia akan jadi pemimpin di industri kehutanan dunia.

Oleh sebab itulah, pemerintah setempat memang perlu sekali mencari keseimbangan antara pengelolaan lingkungan hidup dengan pembangunan perekonomian. Sukanto Tanoto juga menambahkan bahwa, salah satu hal yang ternyata juga tak kalah pentingnya dalam membangun industri kehutanan di Indonesia yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan adalah keterlibatannya masyarakat setempat, khususnya bagi mereka yang tinggi di area konsesinya. Alasannya adalah karena masyarakat yang tidak punya lapangan pekerjaan akan semakin merambah hutan sebagai mata pencaharian utama mereka.

Sukanto Tanoto juga mengatakan bahwa sektor kehutanan di Indonesia ini dinilai penting peranannya bagi negara sebab, separuh luas wilayah negeri ini adalah hutan. Dan Indonesia termasuk satu 17 negara yang kaya keberagaman hayati. Lalu kontribusi sektor kehutanan termasuk halnya pulp dan kertas di perusahaan Sukanto Tanoto mencapai US$21 miliar atau sekitar 3.5 persen dari GDP Indonesia. Setidaknya sekitar 3.8 juta orang di Indonesia hidup dari sektor kehutanan. Makanya untuk mendukung hal tersebut agar bisa terwujud dengan baik, melalui Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto mencoba menjalin kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor untuk membangun TFIC atau Tanoto Forestry Information Center.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *